Sabtu, 28 Desember 2013

Audit Forensik



Audit Forensik terdiri dari dua kata, yaitu audit dan forensik. Audit adalah tindakan untuk membandingkan kesesuaian antara kondisi dan kriteria. Sementara forensik adalah segala hal yang bisa diperdebatkan di muka hukum / pengadilan.Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), forensic accounting / auditing merujuk kepada fraud examination. Dengan kata lain keduanya merupakan hal yang sama, yaitu:
“Forensic accounting is the application of accounting, auditing, and investigative skills to provide quantitative  financial information about matters before the courts.”
Menurut D. Larry Crumbley, editor-in-chief dari Journal of Forensic Accounting (JFA) “Akuntansi forensik adalah akuntansi yang akurat (cocok) untuk tujuan hukum. Artinya, akuntansi yang dapat bertahan dalam kancah perseteruan selama proses pengadilan, atau dalam proses peninjauan judicial atau administratif”. Dengan demikian, Audit Forensik bisa didefinisikan sebagai tindakan menganalisa dan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan criteria, untuk menghasilkan informasi atau bukti kuantitatif yang bisa digunakan di muka pengadilan.
Karena sifat dasar dari audit forensik yang berfungsi untuk memberikan bukti di muka pengadilan, maka fungsi utama dari audit forensik adalah untuk melakukan audit investigasi terhadap tindak kriminal dan untuk memberikan keterangan saksi ahli (litigation support) di pengadilan. Audit Forensik dapat bersifat proaktif maupun reaktif. Proaktif artinya audit forensik digunakan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan risiko terjadinya fraud atau kecurangan. Sementara itu, reaktif artinya audit akan dilakukan ketika ada indikasi (bukti) awal terjadinya fraud. Audit tersebut akan menghasilkan “red flag” atau sinyal atas ketidakberesan. Dalam hal ini, audit forensik yang lebih mendalam dan investigatif akan dilakukan.

Tujuan Audit Forensik

Tujuan dari audit forensik adalah mendeteksi atau mencegah berbagai jenis kecurangan (fraud). Penggunaan auditor untuk melaksanakan audit forensik telah tumbuh pesat. Untuk mendukung proses identifikasi alat bukti dalam waktu yang relatif cepat, agar dapat diperhitungkan perkiraan potensi dampak yang ditimbulkan akibat perilaku jahat yang dilakukan oleh kriminal terhadap korbannya, sekaligus mengungkapkan alasan dan motivitasi tindakan tersebut sambil mencari pihak-pihak terkait yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan perbuatan tidak menyenangkan dimaksud.

Praktik Ilmu Audit Forensik

1.      Penilaian risiko fraud
Penilaian risiko terjadinya fraud atau kecurangan adalah penggunaan ilmu audit forensic yang paling luas. Dalam praktiknya, hal ini juga digunakan dalam perusahaan-perusahaan swasta untuk menyusun sistem pengendalian intern yang memadai. Dengan dinilainya risiko terjadinya fraud, maka perusahaan untuk selanjutnya bisa menyusun sistem yang bisa menutup celah-celah yang memungkinkan terjadinya fraud tersebut.
2.      Deteksi dan investigasi fraud
Dalam hal ini, audit forensik digunakan untuk mendeteksi dan membuktikan adanya fraud dan mendeteksi pelakunya. Dengan demikian, pelaku bisa ditindak secara hukum yang berlaku. Jenis-jenis fraud yang biasanya ditangani adalah korupsi, pencucian uang, penghindaran pajak, illegal logging, dan sebagainya.
3.      Deteksi kerugian keuangan
Audit forensik juga bisa digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kerugian keuangan negara yang disebabkan tindakan fraud.
4.      Kesaksian ahli (Litigation Support)
Seorang auditor forensik bisa menjadi saksi ahli di pengadilan. Auditor Forensik yang berperan sebagai saksi ahli bertugas memaparkan temuan-temuannya terkait kasus yang dihadapi. Tentunya hal ini dilakukan setelah auditor menganalisa kasus  dan data-data pendukung untuk bisa memberikan penjelasan di muka pengadilan.
5.      Uji Tuntas (Due diligence)
Uji tuntas atau Due diligence adalah istilah yang digunakan untuk penyelidikan guna penilaian kinerja perusahaan atau seseorang , ataupun kinerja dari suatu kegiatan guna memenuhi standar baku yang ditetapkan. Uji tuntas ini biasanya digunakan untuk menilai kepatuhan terhadap hukum atau peraturan.
Dalam praktik di Indonesia, audit forensik hanya dilakukan oleh auditor BPK, BPKP, dan KPK (yang merupakan lembaga pemerintah) yang memiliki sertifikat CFE (Certified Fraud Examiners). Sebab, hingga saat ini belum ada sertifikat legal untuk audit forensik dalam lingkungan publik. Oleh karena itu, ilmu audit forensik dalam penerapannya di Indonesia hanya digunakan untuk deteksi dan investigasi fraud, deteksi kerugian keuangan, serta untuk menjadi saksi ahli di pengadilan. Sementara itu, penggunaan ilmu audit forensik dalam mendeteksi risiko fraud dan uji tuntas dalam perusahaan swasta, belum dipraktikan di Indonesia.
Penggunaan audit forensik oleh BPK maupun KPK ini ternyata terbukti memberi hasil yang luar biasa positif. Terbukti banyaknya kasus korupsi yang terungkap oleh BPK maupun KPK. Tentunya kita masih ingat kasus BLBI yang diungkap BPK. BPK mampu mengungkap penyimpangan BLBI sebesar Rp84,8 Trilyun atau 59% dari total BLBI sebesar Rp144,5 Trilyun. Temuan tersebut berimbas pada diadilinya beberapa mantan petinggi bank swasta nasional. Selain itu juga ada audit investigatif dan forensik terhadap Bail out Bank Century yang dilakukan BPK meskipun memberikan hasil yang kurang maksimal karena faktor politis yang sedemikian kental dalam kasus tersebut.

Gambaran Proses Audit Forensik

·         Identifikasi masalah
Dalam tahap ini, auditor melakukan pemahaman awal terhadap kasus yang hendak diungkap. Pemahaman awal ini berguna untuk mempertajam analisa dan spesifikasi ruang lingkup sehingga audit bisa dilakukan secara tepat sasaran.
·         Pembicaraan dengan klien
Dalam tahap ini, auditor akan melakukan pembahasan bersama klien terkait lingkup, kriteria, metodologi audit, limitasi, jangka waktu, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk membangun kesepahaman antara auditor dan klien terhadap penugasan audit.
·         Pemeriksaan pendahuluan
Dalam tahap ini, auditor melakukan pengumpulan data awal dan menganalisanya. Hasil pemeriksaan pendahulusan bisa dituangkan menggunakan matriks 5W + 2H (who, what, where, when, why, how, and how much). Investigasi dilakukan apabila sudah terpenuhi minimal 4W + 1H (who, what, where, when, and how much). Intinya, dalam proses ini auditor akan menentukan apakah investigasi lebih lanjut diperlukan atau tidak.
·         Pengembangan rencana pemeriksaan
Dalam tahap ini, auditor akan menyusun dokumentasi kasus yang dihadapi, tujuan audit, prosedur pelaksanaan audit, serta tugas setiap individu dalam tim. Setelah diadministrasikan, maka akan dihasilkan konsep temuan. Konsep temuan ini kemudian akan dikomunikasikan bersama tim audit serta klien.
·         Pemeriksaan lanjutan
Dalam tahap ini, auditor akan melakukan pengumpulan bukti serta melakukan analisa atasnya. Dalam tahap ini lah audit sebenarnya dijalankan. Auditor akan menjalankan teknik-teknik auditnya guna mengidentifikasi secara meyakinkan adanya fraud dan pelaku fraud tersebut.
·         Penyusunan Laporan
Pada tahap akhir ini, auditor melakukan penyusunan laporan hasil audit forensik. Dalam laporan ini setidaknya ada 3 poin yang harus diungkapkan. Poin-poin tersebut antara lain adalah:
a.      Kondisi, yaitu kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.
b.      Kriteria, yaitu standar yang menjadi patokan dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, jika kondisi tidak sesuai dengan kriteria maka hal tersebut disebut sebagai temuan.
c.       Simpulan, yaitu berisi kesimpulan atas audit yang telah dilakukan. Biasanya mencakup sebab fraud, kondisi fraud, serta penjelasan detail mengenai fraud tersebut.
Kualitas akuntan forensik
Robert J. Lindquist membagikan kuestioner kepada staf Peat Marwick Lindquist Holmes,
tentang kualitas apa saja yang harus dimiliki seorang akuntan forensic, ialah :
-          Kreatif
Kemampuan untuk melihat sesuatu yang orang lain menganggap situasi bisnis yang normal dan mempertimbangkan interpretasi lain, yakni bahwa itu bukan merupakan situasi bisnis yang normal.
-          Rasa ingin tahu
Keinginan untuk menemukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam rangkaian peristiwa dan situasi.
-          Tak menyerah
Kemampuan untuk maju terus pantang mundur walaupun fakta (seolah-olah) tidak mendukung, dan ketika dokumen atau informasi sulit diperoleh.
-          Akal sehat
Kemampuan untuk mempertahankan perspektif dunia nyata. Ada yang menyebutnya, perspektif anak jalanan yang mengerti betul kerasnya kehidupan.
-          Business sense
Kemampuan untuk memahami bagaimana bisnis sesungguhnya berjalan, dan bukan sekedar memahami bagaimana transaksi di catat.
-          Percaya diri
Kemampuan untuk mempercayai diri dan temuan, sehingga dapat bertahan di bawah cross examination (pertanyaan silang dari jaksa penuntut umum dan pembela).

Pada prakteknya, orang yang bekerja di lembaga keuangan, perlu memahami tentang akuntansi forensik ini, untuk memahami apa yang ada di balik laporan keuangan debitur, apa yang dibalik laporan hasil analisis yang disajikan. Hal ini tentu saja, dimaksudkan agar segala sesuatu dapat dilakukan pendeteksian sejak dini, agar masalah tidak terlanjur melebar dan sulit diatasi. Apabila anda sebagai pimpinan unit kerja, atau pimpinan perusahaan, yang mengelola risiko, yang dapat mengakibatkan risiko finansial, mau tak mau anda harus mengenal dan memahami akuntansi forensik ini, sehingga anda bisa segera mengetahui ada yang tidak beres dalam analisa atau data-data yang disajikan.

Penerapan Audit Forensik
a.      Kecurangan bisnis atau kecurangan pegawai:
# Transaksi tidak sah.
# Manipulasi laporan keuangan, dsb.
b.      Investigasi kasus kriminal:
# Money-laundering.
# Kejahatan asuransi.
c.       Perselisihan antar pemegang saham atau partnership.
d.      Kerugian bisnis atau perusahaan.
e.      Perselisihan perkawinan.

Ref :
rifkialparisi22accounting.blogspot.com

Badai di Filipina



Hantaman Badai Haiyan
Filipina luluh lantak akibat badai "Haiyan" yang mengamuk sejak dua hari lalu (10/11/2013). Penyaluran bantuan masih tersendat dua hari setelah badai "Haiyan" di Filipina. Kerusakan pada infrastruktur utama memperlambat penyaluran bantuan. Sedikitnya 10.000 korban tewas tercatat di povinsi Leyte. Sementara di pulau Samar sekitar 300 orang tewas dan 2000 lainnya masih dinyatakan hilang.
"Haiyan" salah satu badai terparah dalam catatan meteorologi mengamuk sejak Jumat di Leyte dan Samar. 800.000 penduduk sempat dievakuasi, lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal.

Korban Badai Haiyan
Penyaluran bantuan hingga kini masih tersendat menyusul kerusakan parah pada bandar udara, pelabuhan dan jalan-jalan utama. Tim penyelamat berusaha mencapai korban dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Makanan dan air minum langka. Mayat-mayat dibiarkan di pingir jalan, cuma ditutupi seadanya dengan kain terpal.
Pulau-pulau terluar hingga berita ini diturunkan masih terisolasi dari dunia luar. Menteri Dalam Negeri Mar Roxas menyebut bencana ini sebagai tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Filipina.

Kerusakan parah di Tacloban
Palang Merah Internasional melaporkan, kerusakan di kota Tacloban mencapai 80 persen. Menara dan bandar udara hancur. Beruntung pesawat militer masih bisa mendarat di landasan yang sebagian belum dibersihkan. Kerusuhan dan penjarahan merajalela di pusat kota. Toko-toko dijarah dan penduduk berusaha merusak mesin ATM.

Kerusakan akibat badai Haiyan
Penjarahan terhadap pusat-pusat pertokoan juga terjadi di kota Tagliban, menurut laporan stasiun berita ANC. Sebagian besar aparat keamanan kehilangan harta bendanya dan sebab itu meninggalkan tugas. 120 petugas diterbangkan dari Manila ke lokasi bencana untuk menjaga keamanan.Presiden Benigno Aquino yang sempat berukunjung ke lokasi bencana mengritik pemerintah lokal lantaran tidak cukup mempersiapkan diri kendati telah mendapat peringatan dini.

Bantuan Internasional
Organisasi dunia itu berencana menerbangkan 40 ton makanan ringan dari Dubai ke Filipina. Makanan energi tinggi itu sejauh ini terbukti berguna di kawasan bencana lantaran tidak perlu dimasak dan awet. Menurut WFP makanan ringan itu mengandung 450 kilo kalori dan sedikitnya 10 gram protein pada setiap kemasan 100 gram.
Palang Merah menyerukan penduduk agar memberikan sumbangan ke lokasi bencana. Organisasi itu juga mengumpulkan sukarelawan. Perusahaan logistik lokal 2Go menawarkan transportasi gratis untuk barang-barang bantuan, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Indonesia, Singapura dan Selandia Baru telah menjanjikan bantuan.
Badai "Haiyan" melemah dan mengubah arah dalam perjalanan menuju Vietnam. Badai tersebut diperkirakan akan mencapai utara Vietnam dalam bentuk badai tropis. Sekitar setengah jura penduduk telah dievakuasi. Sebaliknya status darurat di provinsi Quang Nam hari minggu telah dicabut oleh pemerintah setempat.

Setelah Topan Haiyan, Filipina Dihantam Badai Zoraida

Masih belum usai berbenah usai Topan Haiyan, Filipina harus dihadapkan pada serangan badai yang baru. Badai Zoraida menerpa Kota Caraga di Davao pada Selasa (12/11/2013). Mata badai baru ini menyentuh wilayah daratan Kota Caraga dengan kecepatan maksimum mencapai 55 kilometer per jam.
Badai terbaru ini diperkirakan akan bergerak keluar dari Filipina pada Kamis (14/11/2013). Beberapa daerah akan terkena imbas badai tersebut. Daerah seperti Davao, Caraga, Mindanao Utara, Semenanjung Zamboanga, Armm, Provinsi Cotabato, Visayas, Palawan Utara dan Pulau Camigua, Calamian, Cuya serta Samal akan diterpa hujan yang disertai angin dengan kekuatan menengah.
Badan pengawas cuaca itu juga memperingatkan warga di wilayah rendah akan kemungkinan terjadinya banjir bandang dan longsor. Ini menjadi ujian terbaru bagi Filipina yang masih terus berbenah setelah Topan Haiyan melanda (8/11/2013). Zoraida diperkirakan akan mempersulit upaya penyelamatan yang dilakukan oleh Pemerintah Filipina di wilayah yang terkena imbas Topan Haiyan. Pemerintah Filipina sudah menetapkan status darurat bencana terhadap wilayah yang terkena imbas topan. Status darurat mempermudah proses pendistribusian bantuan ke wilayah bencana.

Ref       :
dw.de
international.okezone.com

 



Penyadapan Tinggi Indonesia Oleh Intelijen Australia



Penyadapan oleh intelijen Australia terhadap pesawat telepon yang digunakan oleh beberapa pejabat senior RI, termasuk pesawat telepon Presiden SBY dan Ibu Anie Yudhoyono telah mengakibatkan berbagai masalah politik dan ekonomi maupun pertahanan dan keamanan, diantaranya :
·         Hubungan diplomatik RI-Australia seakan-akan beku, dengan ditariknya Dubes RI di Canberra kembali ke Jakarta.
·         Hubungan kerjasama antara Kementerian Pertahanan atau TNI dengan Kemenhan atau Angkatan Bersenjata Australia terhenti, termasuk kerjasama intelijen.
·         Kemungkinan noramalisasi hubungan setelah ada penjelasan Perdana Menteri Tony Abbott dari Australia menjawab surat Presiden SBY, akan dilakukan berdasar sebuah kode etik hubungan yang baru yang akan dibuat lebih lanjut.
·         Kemungkinan hambatan di bidang kerjasama ekonomi dan perdagangan, di antaranya kebutuhan import daging sapi dari Australia.
·         Surat PM Tony Abott sudah diterima Presiden SBY pada Sabtu 23 November 2013. Namun nampaknya Presiden masih memerlukan mendalami isi surat tersebut sebelum menjelaskan kepada masyarakat Indonesia. Hal ini mengesankan isi surat terserbut cukup krusial.

Persoalan-persoalan yang berkembang
 
Persoalan yang banyak dipertanyakan, kemampuan teknologi kedua belah pihak (RI dan Australia). Bagaimana penyadapan dapat terjadi dan mengapa alat komunikasi yang digunakan oleh berbagai pejabat tinggi negara RI ternyata rawan dan tidak mempunyai alat penangkal.
Kapan sebenarnya penyadapan tersebut terjadi dan informasi apa yang disadap oleh Australia. Ada disebut penyadapan terjadi antara tahun 2007-2009, tetapi ada perkiraan penyadapan dilakukan sepanjang waktu termasuk keinginan tahuan Australia terhadap rencana RI membeli kapal selam dari Rusia dan mungkin Squadron Sukhoi dewasa ini.
Ada perkiraan Australia juga menyadap informasi-informasi mengenai persoalan dalam negeri RI, misalnya korupsi. Seolah-olah ada unsur LSM Indonesia yang yang mendapatkan bocoran isi penyadaban yang terjadi, karena menyangkut berita tentang korupsi telah diteruskan ke KPK.
Banyak kalangan menganalisis bahwa pembocoran aksi penyadapan ini tidak dilakukan awalnya oleh pihak Australia, tetapi oleh Edward Snowden, seorang mantan rekanan Dewan Keamanan AS, yang kemudian mencari suaka di Rusia. Oleh karena itu, diperkirakan Edward Snowden adalah mantan agen KGB yang pada masa Perang Dingin berhasil melakukan infiltrasi ke dalam tubuh Dewan Keamanan AS dan kemudian melarikan diri ke Hongkong lalu Moskow.
Juga merupakan tanda tanya mengapa AS tidak pernah mengklarifikasi siapa Edwrad Snowden, salah satu kemungkinan adalah AS (cq Presiden Obama) tidak mau malu, karena Dewan Keamanan AS pernah kebobolan disusupi Edward Snowden, seorang agen KGB tingkat tinggi.
Oleh karena itu, ada perkiraan bahwa pembocoran penyadapan Australia terhadap pesawat telepon beberapa pejabat senior RI antara lain pesawat telepon Presiden SBY dan Ibu Anie Yudhoyono adalah upaya Edward Snowden membawa kepentingan Rusia, untuk mengadu domba Indonesia dengan Blok Barat (AS, Inggris, Kanada, Australia dan New Zealand). Karena seperti diperkirakan, Edward Snowden adalah mantan agen KGB yang berhasil menyusup ke dalam Dewan Keamanan AS.
Dari semua ini, dapat memunculkan permasalahan, yaitu timbulnya desakan masyarakat agar surat Tony Abbott secara penuh diumumkan oleh Presiden SBY kepada masyarakat, seperti yang sudah diminta oleh anggota DPR-RI dari Komisi I , TB Hasanuddin. Arah desakan bukan lagi kepada keinginantahuan latar belakang kekurang ajaran Australia menyadap pesawat telepon berbagai pejabat RI termasuk Presiden SBY dan Ibu Anie Yudhoyono, tetapi informasi apa yang sebenarnya disadap oleh Australia tentang Presiden SBY, Ibu Anie Yudhoyono, dan para petinggi RI tersebut.

Perkiraan Situasi

Efek dari penyadapan Australia kepada beberapa pejabat di Indonesia secara intelijen strategis diperkirakan akan menimbulkan sejumlah situasi antara lain:
·         Akan cukup lama terjadi kebekuan suasana hubungan antara RI- Australia, meskipun secara resmi hubungan diplomatik tetap ada.
·         Apapun isinya masyarakat akan mendesak agar Presiden SBY mengumumkan sepenuhnya isi surat PM Australia Tony Abbott, apalagi sudah ada anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi PDIP yang menyuarakannya.
Keduanya akan menghasilkan resultante situasi yang nampaknya tidak menguntungkan Presiden SBY, karena Presiden SBY terdorong tidak perlu ada moralitas seolah-olah demi persahabatan harus menjaga kehormatan Australia, sebaliknya ada penjelasan-penjelasan tentang isi penyadapan yang ternyata cukup sensitif apabila dipublikasikan.
·         Kemungkinan amarah masyarakat juga akan muncul ke sejumlah negara tetangga yang diduga terlibat dalam penyadapan Australia ke Indonesia, antara lain Singapura.

Ref       :
news.liputan6.com