Sabtu, 16 Juni 2012

Kasus Internet

“Kecanduan Internet Meningkat”

Lebih 500.000 warga Jerman dikategorikan kecanduan internet. Penderitanya menunjukan simptoma seperti kecanduan alkohol atau narkoba. Sebuah generasi kini terancam terinfeksi wabah baru itu.

Laporan aktual pemerintah Jerman menyangkut kasus kecanduan menyebutkan, lebih setengah juta warga pada kisaran umur 14 hingga 64 tahun mengidap kecanduan internet. Sekitar 250.000 pecandu internet adalah remaja berusia antara 14 hingga 24 tahun.
Remaja lelaki lebih berisiko kecanduan games internet, papar laporan itu. Tapi yang juga menarik, kaum perempuan lebih banyak yang mengidap kecanduan surifing di jejaring sosial ketimbang lelaki. Lebih 2.5 juta warga Jerman dikategorikan mengalami masalah terkait penggunaan internet.

"Penderitanya menunjukkan gejala yang sama seperti pecandu minuman keras atau narkoba", kata Michael Bender, dokter kepala bagian psikiatri, psikosomatis dan psikoterapi di rumah sakit Rhein-Jura. Banyak pencandu menderita apa yang disebut gejala nagih. Dalam arti, pecandunya merasa tanpa internet mereka tidak punya gairah hidup lagi.

Sebetulnya aktivitas tinggi penggunaan internet, tidak berarti otomatis penggunanya dianggap kecanduan. Begitu penjelasan Christoph Möller, dokter kepala di bagian psikiatri anak-anak dan remaja di rumah sakit anak-anak Hannover.

"Yang kritis adalah, jika orang itu menderita atau memicu kerugian, jika ia tidak lagi pergi ke sekolah dan mengabaikan kontak sosial", paparnya.

Seperti pada kasus kecanduan narkoba, para pecandu internet juga seringkali menunjukkan gejala ikutan psikis, seperti depresi atau rasa takut tidak beralasan. Karena itu, penderita terus menerus mencari pemuasan di internet, untuk hal-hal yang dalam dunia real tidak bisa lagi dilakukannya.

Juga tipikal lainnya, orang-orang dengan kecenderungan depresif, akan menenggelamkan diri ke jalur internet, dan disana mengembangkan kecanduannya. Seringkali pelepasan stress dan perasaan tidak nyaman, dikompensasi dengan intensitas tinggi penggunaan internet.

Penyakit kecanduan internet, sejauh ini oleh dunia kedokteran belum dianggap jenis penyakit yang berdiri sendiri. Melainkan merupakan bagian dari psikologi dan psikiatri.

"Kami merupakan pionir di bidang ini", kata Möller. Pada 2008 dibuka bagian rawat jalan kecanduan games pertama di seluruh Jerman di rumah sakit untuk kedokteran psikomatis di Universitas Mainz. Saat ini instalasi serupa juga sudah dibuka di berbagai kota di Jerman. Lewat praktek selama masa terapi, sejumlah pasien secara perlahan dapat kembali berintegrasi ke dunia kerja. Akan tetapi, para pasien sebetulnya bergerak dalam bidang perbatasan amat baur. "Sebab di abad ke 21, baik di bidang kerja maupun secara pribadi, orang tidak bisa lepas dari internet", kata Michael Bender dari rumah sakit Rhein-Jura.

Sementara itu Christoph Möller mengimbau orang tua, agar menyingkirkan komputer dari kamar tidur anak-anak. Sebab anak-anak memerlukan citra pancaindera seluas mungkin bagi perkembangannya. Tapi diakui, di zaman informasi ini tidak selalu mudah bagi orang tua untuk tampil sebagai panutan.

Sumber            :
   Arne Lichtenberg/Agus Setiawan

Tanggapan       :

Menurut saya, Internet diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia, tapi bagaimanapun juga, internet memiliki sisi negatif yang tak bisa dihindari oleh siapapun, khususnya para siswa sekolah. Siswa sekolah adalah anak berusia muda, usia seperti ini umumnya labil dan cenderung ingin tahu. Dampak negatif dan positif dari internet mudah sekali diserap, seperti :

Dampak negatif :

·         Banyaknya situs hiburan seperti situs musik atau film, akan membuat siswa terlena dan lupa waktu.
·         Pornografi.
·         Violence and Gore. Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan.
·         Penipuan.
·         Perjudian.
·         Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
·         Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
·         Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.

Dampak Positif :

·         Mempercepat dan mempermudah alih ilmu pengetahuan dan teknologi.
·         Proses pembelajaran lebih menarik. Melalui internet pembelajaran tidak monoton dan jenuh karena dalam internet ada hal-hal baru yang variatif dan inovatif.
·         Mendorong siswa untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan dan informasi.
·         Mempermudah penjelasan konsep.
·         Pembelajaran lebih konseptual dan up to date (aktual).
·         Mempermudah dan mempercepat administrasi pendidikan
·         Sebagai perpustakaan elektronik.
·         Mempercepat dan mempermudah komunikasi edukatif antara guru dengan siswa.
·         Gudang Informasi.
·         Pendidikan.

Jadi, dari kasus internet yang banyak sekali terjadi dan salah satunya seperti kecanduan internet, serta dampak-dampak yang di timbulkan. Kita sebagai pengguna internet serta mungkin mengkonsumsinya setiap hari, harus menyadari bahwa kehidupan kita tidak harus selalu bergantung dengan internet, karena dengan terlalu bergantugnya kita kepada teknologi akan menimbulkan rasa ketagihan yang mungkin timbul secara terus menerus, hal itu akan berakibat kepada mengganggunya kesehatan. Intinya sebaiknya kita menggunakan internet seperlunya saja, jangan terlalu berlebih-lebihan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar