Jumat, 28 Desember 2012

Jurnal 1 - Tinjauan Konsep


ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI PEGAWAI 

REPUBLIK INDONESIA (KPRI) “KARYA SEJAHTERA” KABUPATEN BLORA

MEDIA EKONOMI DAN MANAJEMEN
ISSN : 0854-1442
Volume 55 No. 1 Januari 2008

Oleh :
Suprantiningrum

Kerangka Pemikiran dan Operasional Variabel
1.      Kerangka Pemikiran
Setiap perusahaan selalu menginginkan pertumbuhan usahanya meningkat. Hal ini terlihat di dalam laporan keuangan, kondisi laporan keuangan bukan hanya diperlukan oleh manajer usaha melainkan juga di perlukan oleh semua pihak manajemen dan pihak luar manajemen. Dengan laporan tersebut manager dapat menganalisa kondisi kemampuan keuangan koperasi, sehingga manager mampu mengambil kebijakan perusahaan yang disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada pada koerasi.
Tujuan penelitian ini untuk mengatur aktivitas rasio keuangan yang sehat dengan berdasarkan tingkat penilaian rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas perusahaan. Likuiditas yang dimaksud adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka pendek/kurang dari satu tahun. Sedangkan solvabilitas yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik yang berupa hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang. Rasio solvabilitas yaitu perbandingan antara total aktiva dengan total hutang.
Solvabilitas perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban baik yang berupa hutang lancar maupun hutang jangka panjang pada saat perusahaan dibubarkan. Rentabilitas merupakan perbandingan antara laba yang diperoleh dengan modal yang dipergunakan untuk memperoleh laba perusahaan. Tingkat rentabilitas yang rendah perusahaan akan berusaha untuk lebih banyak mendatangkan dana dari luar untuk melangsungkan hidup perusahaan.
Berdasarkan laporan rugi-laba dan neraca yang ada di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora, maka ratio-ratio (likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas) akan dapat kita perhitungkan. Setelah ratio tersebut diperoleh akan dapat analisis dengan membandingkannya dari tahun ke tahun (mulai dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005) untuk mengetahui perkembangan kinerja keuangan koperasi tersebut.
2.      Operasional Variabel
Definisi Operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut (Nazir, 2003, hal 126).
Kinerja keuangan didefinisikan sebagai prestasi yang dapat dicapai dalam melakukan kegiatan usaha berdasarkan kondisi keuangan yang ada. Kinerja keuangan dalam penelitian ini dapat diukur dengan ratio sebagai berikut :
a.      Ratio Likuiditas
Adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang harus segera dibayarkan. Ratio likiuditas akan diukur dari :
1.      Current Ratio dihitung dengan membandingkan jumlah aktiva lancar (current asset) di satu pihak dengan hutang lancar (current liabilities) di pihak lain.
2.      Quick Ratio dihitung dengan membandingkan antara aktiva lancar setelah dikurangi persediaan barang dagangan dan sisanya dibagi dengan hutang lancar.
3.      Cash Ratio dihitung dengan membandingkan pembayaran hutang yang harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan cek yang segera dapat diuangkan.
b.      Ratio Solvabilitas
Adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban baik yang berupa hutang lancar maupun jangka panjang pada saat perusahaan dibubarkan. Ratio solvabilitas akan diukur dari :
1.      Ratio total aktiva dengan total hutang dihitung dengan membandingkan antara total aktiva dengan total hutang.
2.      Ratio modal sendiri dengan total aktiva, dihitung dengan mambandingkan antara modal sendiri dengan keseluruhan aktivanya.
c.       Ratio Rentabilitas
Adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan lab abersih usaha. Ratio rentabilitas akan diukur dari :
1.      Rentabilitas Ekonomi, dihitung dengan membandingkan laba usaha dengan total aktiva.
2.      Renatbilitas Modal Sendiri, dihitung dengan membandingkan laba bersih dengan modal sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar