Jumat, 28 Desember 2012

Jurnal 1 - Abstrak


Review

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) “KARYA SEJAHTERA” KABUPATEN BLORA

MEDIA EKONOMI DAN MANAJEMEN
ISSN : 0854-1442
Volume 55 No. 1 Januari 2008

Oleh :
Suprantiningrum

Abstrak
Kinerja keuangan koperasi merupakan suatu keberhasilan kegiatan finansial yang dicapai oleh suatu koperasi dalam periode satu tahun. Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran kinerja keuangan adalah informasi laporan keuangan. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data laporan keuangan yang berupa laporan rugi laba (PHU) dan neraca yang diperoleh dari KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora, sejak tahun 2001 sampai dengan tahun 2005.
Ditinjau dari tingkat likuiditas dapat dikatakan bahwa KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2005 daam kegiatan sangat likuid. Berdasarkan perhitungan ratio solvabilitas KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora dapat dikatakan dalam keadaan solvabel. Dari sisi rentabilitas ekonomi maupun rentabilitas modal sendiri KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora kurang sehat dalam kemampuan memperoleh laba.
Hasil perhitungan masing-masing rsaio keuangan yang menunjukan bahwa KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora masih baik dalam kinerja keuangannya, walaupun prosentasenya mengalami kenaikan dan penurunan.
Dengan demikian dapat disimpulkan kinerja Keuangan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora selama lima tahun terakhir dari tahun 2001-2005 menunjukan kondisi yang sehat atau baik.
Kata Kunci:
Ratio Likuiditas, Ratio Solvablitas, dan Ratio Rentabilitas

Pendahuluan
Perkembangan dalam bidang perekonomian di Indonesia akhir-akhir ini tidak lepas dari peranan koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat. Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umunya. Agar dapat mencapai tujuan tersebut koperasi melakukan usaha-usaha sebagaimana badan usaha lain yang bermanfaat dan menguntungkan para anggotanya baik sebagai produsen maupun sebagai konsumen.
Kopersai merupakan badan usaha yang sesuai dengan demokrasi ekonomi dan menjadi soko guru perkonomian bersama-sama dengan sektor BUMN dan sektor swasta. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Koperasi merupakan kepentingan bersama dari para anggotanya (kekeluargaan). Hal ini dicerminkan berdasarkan karya dan jasa yang disumbangkan oleh masing-masing anggota. Jadi, partisipasi para anggota dalam kegiatan koperasi serta hasil yang tercapai tergantung dari besar kecilnya karya dan jasanya. Karekteristik utama yang membedakan koperasi dengan badan usaha lain adalah bahwa anggota koperasi memiliki identitas ganda, yaitu anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagi pengguna jasa Koperasi. Meskipun demikian, sepanjang tidak merugikan kepentingannya, Koperasi dapat pula memberika pelayanan kepada bukan anggota sesuai dengan sifat kegiatan usahanya dengan maksud untuk menarik yang bukan anggota menjadi anggota koperasi.
Sifat kekeluargaan juga mengandung arti bahwa dalam koperasi ssejauh mungkin harus dihindarkan timbulkan perselisihan, sikap saling curiga, sikap pilih kasih yang dapt menimbulkan perpecahan dan kehancuran (Pandji Anoraga,2003, hal 5).
Sebagaimana halnya dengan usaha lain, koperasi sebagai badan usaha juga harus dikelola dengan profesional dan memerlukan adanya sistem pertanggungjawaban yang baik, informasi yang relevan dan dapat diandalkan guna pengambilan keputusan, perencanaan maupun pengendalian koperasi itu sendiri. Salah satu informasi penting yang harus disampaikan oleh koperasi yang bersangkutan.
Untuk mempertahankan kelangsungan hidup koperasi tersebut adalah dengan meningkatkan pendapatan maupun menekan biaya seoptimal mungkin (meningkatkan efisiensi) untuk menigkatkan laba yang optimal. Analisis laporan keuangan sebgai usaha mencari hubungan antar pos-pos yang terdapat pada daftar keuangan untuk mengemukakan pendapat tentang kondisi keuangan perusahaan/koperasi (Rivai Wirasasmita, 1999, hal 38). Dari data laporan keuangan dapat dianalisis untuk mengetahui perkembangan efisiensi kinerja koperasi. Analisis efisiensi kinerja keuangan koperasi melalui analisis laporan keuangan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan kebijakan di masa yang akan datang. Salah satu cara untuk menganalisis laporan keuangan adalah dengan menghitung rasio-rasio keuangan untuk mengetahui kenerja koperasi.
Dengan melakukan analisis laporan keuangan dari koperasi, seorang manajer akan dapat mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan dari koperasi yang telah dicapai di waktu-waktu yang lalu dan waktu yang sedang berjalan, sehinggan dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari koperasi tersebut serta hasil-hasil yang telah dianggap cukup baik.
Hasil analisis tersebut sangat penting artinya bagi perbaikan penyusunan rencana yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Dengan mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada tersebut dapat diperbaiki dan hasil-hasil yang dianggap cukup baik di waktu yang lampau harus dipertahankan di masa yang akan datang.
Pemakai utama dari laporan keuangan koperasi adalah para anggota koperasi itu sendiri beserta pejabat koperasu. Pemakai lainnya yang mempunyai kepentingan terhadap koperasi diantaranya adalah calon anggota koperasi, bank, kreditur, dan kantor pajak (Rivai Wirasasmita, 1999, hal 5). Untuk memajukan dan mengembangkan koperasi, maka perlu adanya pemantauan laporan keuangan agar tidak terjadi penyimpangan. Koperasi yang kurang maju atau yang kurang berkembangan tentunya tidak menarik dikalangan anggota masyarakat, peran serta para anggota menjadi lemah sedang anggota masyarakat akan berfikir dua kali sebelum bergabung menjadi anggota dalam koperasi tersebut, padalah angota-anggota itu sangat penting berarti bagi pertumbuhan dan perkembangan koperasi.
Adapun masalah yang sedang dihadapi oleh KPRI “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora yaitu semakin sedikitnya pelanggan. Hal ini terlihat dari usaha pertokoan yang sepi oleh pengunjung. Keadaan seperti ini akan berpengaruh terhadap perolehan laba koperasi.
Analisis rasio keuangan yang digunakan dibatasi pada : Likuiditas (current ratio, quick ratio, dan cash ratio), Solvabilitas (RTA dengan TH, dan RMS dengan TA), Rentabilitas (RE dan RMS) pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Karya Sejahtera Kabupaten Blora sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2006.
Adapun masalah yang timbul berkenaan dengan penelitian ini adalah : “Bagaimana perkembangan kinerja keuangan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Karya Sejahtera” Kabupaten Blora.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar